Minggu, 13 Oktober 2013

Perkenalan Bahasa Indonesia 1

                Perkenalkan Nama saya adalah Fahmi Rasyid, nama panggilan saya Fahmi atau Ami , saya lahir pada tanggal 27 November 1993 di Jakarta. Zodiak saya Sagittarius, Hobi saya adalah bermain Game Online/Offline, Game yang sedang saya seriuskan sekarang adalah SealOnline, Ragnarok2 dan banyak game Offline Lainnya, tetapi kesibukan utama saya adalah kuliah. Saya sekarang tinggal bersama Orangtua saya dan dua adik saya di jalan Matraman Jaya No.33a RT 003/04, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10320.
            Saya adalah mahasiswa aktif semester 5 di Universitas Gunadarma, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Jenjang S1. Setiap hari saya pulang dan pergi dari rumah menuju kampus memakai motor, atau kadang saya bermalam di rumah nenek jika sedang banyak tugas.
            Saya orang yang bisa dibilang lumayan malas, suka mengulur-ulur pekerjaan baik tugas kampus ataupun tugas lainnya, tetapi saya punya komitmen untuk menyelesaikan tugas itu sesuai jadwal. Biasanya saya malas karena lebih nyaman tidur-tiduran dikasur atau bermain game.
            Sekilas tentang jenjang pendidikan, Saya TK di sekitaran Matraman Jaya, kemudian Sekolah Dasar masih di sekitaran Matraman Jaya di SDS Miranti, Lalu saya melanjutkan ke SMPN 216 Salemba, setelah itu melanjutkan ke SMAN 31 Kayumanis Jakarta Timur, dan berlabuh di Universitas Gunadarma sampai sekarang dan sampai lulus, amin.

            Sekian perkenalan dari saya, terima kasih.

Kamis, 03 Oktober 2013

Bahasa Indonesia, Bahasa Resmi dan Tidak Resmi

1. Artikel dengan bahasa resmi:

Ini Dia Tempat Pertemuan 21 Kepala Negara di KTT APEC


Nusa Dua - Pertemuan puncak KTT APEC adalah acara retreat yang digelar di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali. Hotel yang menghadap pantai Nusa Dua ini sudah siap untuk menyambut 21 kepala negara yang menghadiri konferensi tingkat tinggi se-Asia Pasifik ini.

Sofitel terletak di sebelah utara kawasan Bali Tourisim Development Board, Nusa Dua, Bali. Hotel ini khusus sebagai tempat pertemuan puncak KTT APEC 2013.

"Tapi Hotel Sofitel dibangun tidak menggunakan uang APBN, uang swasta," ujar Wakil Ketua Panitia KTT APEC Chairul Tanjung dalam konferensi pers di Nusa Dua Bali, Kamis (3/10//2013).

Pria yang akrab disapa CT itu sore ini juga menyempatkan diri untuk mengajak wartawan untuk berkeliling melongok Hotel Sofitel. Bersama rombongan wartawan, CT berjalan kaki dari media center yang terletak di Bali Nusa Dua Convention Center ke Sofitel yang jauhnya kurang lebih 400 meter.

Di jalan masuk Hotel Sofitel, terdapat Hotel yang ukurannya relatif lebih kecil yakni Whiz Hotel. Untuk acara puncak tanggal 7-8 Oktober nanti, WhiznHotel berperan sebagai bangunan pendukung.

"Nanti di hotel ini, semua yang akan masuk ke Sofitel harus ke sini dulu untuk diperiksa secara ketat," kata CT.

Sampai di depan Hotel Sofitel, tampak lantai yang dibungkus dengan plastik berwarna biru. Ternyata di bagian dalam, dan di sebagian besar ruangan, lantainya masih terbungkus plastik

Sumber: http://finance.detik.com/apec/read/2013/10/03/165243/2377094/4/ini-dia-tempat-pertemuan-21-kepala-negara-di-ktt-apec?f9911033

2. Artikel dengan bahasa Tidak Resmi:

Pengamanan APEC Sita Layang-layang yang Sempat Nyangkut di Heli Patroli


Denpasar - Pemerintah Kabupaten Badung telah melarang warganya di kawasan Nusa Dua bermain layang-layang saat KTT APEC, namun tak diindahkan. Helikopter patroli KTT APEC sempat tersangkut tali layang-layang saat berpatroli.

Beberapa hari terakhir, helikopter terbang rendah di kawasan Nusa Dua. Tampak juga beberapa layang-layang berukuran sedang yang mengudara di langit Nusa Dua. Beberapa helikopter tersangkut tali layang-layang.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh Wakil Komandan Komando Gabungan Pengamanan KTT APEC Komisaris Jenderal Badrodin Haiti. Ia meminta Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta turun tangan mengatasi warganya yang masih membandel menaikkan layang-layang.

"Saya harap imbauan jangan bermain layangan untuk sementara waktu mohon dilaksanakan. Sudah terjadi, tali layang-layang melilit di helikopter saat patroli," kata Badrodin, Kamis (3/10/2013).

Kabaharkam Mabes Polri ini telah menyita gulungan tali layang-layang yang pernah melilit baling-baling helikopter. "Tali layang-layang ini nyangkut saat helikopter patroli di atas kawasan Nusa Dua," ujarnya.

Ia berharap, warga tak lagi menaikkan layang-layang selama KTT APEC berlangsung. "Bali harus diamankan, karena menggelar APEC yang berskala internasional," pintanya.

Wakil Gubernur Bali Sudikerta berjanji mengirimkan surat peringatan kepada seluruh walikota dan bupati di Bali agar menegur warga yang bandel bermain layangan.

"Kami melarang masyarakat untuk tidak menaikkan layangan hingga 9 Oktober. Surat segera dikirimkan," kata Sudikerta.

Sumber: http://finance.detik.com/apec/read/2013/10/03/201224/2377309/10/pengamanan-apec-sita-layang-layang-yang-sempat-nyangkut-di-heli-patroli?fnewsapec

Minggu, 16 Juni 2013

Tanggapan saya terhadap BLSM

Tanggapan saya terhadap gagasan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) adalah negatif, karena selain Dana yang digunakan untuk BLSM adalah dana pinjaman dari bank dunia, sepertinya ada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari gagasan BLSM misalnya saja ada parpol yang seperti mengaku” jadi penggagas gagasan tersebut! Diluar dari efek negatif tersebut, memang uang dari BLSM tersebut bisa membantu masyarakat selama empat bulan, namun itu hanya empat bulan, lalu bagaimana nasib masyarakat miskin seterusnya? BBM naik, sembako naik, kebutuhan dasar naik? Saya pun sampai sekarang masih bingung dengan fungsi sesungguhnya dari BLT yang beberapa tahun silam dibagikan, dan sekarang muncul BLSM.. akankah lebih baik? Atau sama saja? Atau bahkan lebih buruk? Ataukah hanya “Pengalihan Isu”? Take your popcorn and enjoy the drama of our nation...

Fahmi Rasyid~

Selasa, 11 Juni 2013

Pengalaman indah tentang transportasi

Pengalaman indah tentang transportasi, karena saya dari kecil sudah sering naik kereta, tetapi menurut saya ini adalah pengalaman yang paling menarik, saat dimana saya berlibur ke D.I Yogyakarta, saya naik kereta yang tidak terlalu pagi yaitu pukul 08.30 dari stasiun gambir, karena tujuannya ingin berwisata dan santai saya sekeluarga naik kereta eksekutif(saya lupa nama keretanya), kereta datang tepat pada waktunya dan saya bergegas menuju kereta dengan perasaan yang senang, begitu saya masuk kereta dan menuju tempat duduk, disinilah cerita dimulai.... saya sekeluarga ber-5, ibu, ayah dan 2 adik saya duduk berhadapan dan saya berbeda tempat duduk, dengan pasrah saya duduk tanpa basa basi dengan orang yang entah itu siapa disamping saya, di dalam kereta ini saya merasa sangat nyaman tetapi ada yang aneh di kereta ini, saluran Tvnya hanya berisi iklan yang tidak berubah-ubah isi iklannya, aneh? Sangat aneh..
Setelah pusing melihat TV yang salurannya hanya iklan saya memutuskan untuk kekamar mandi untuk buang air kecil, bisa dibilang ini kamar mandi ternyaman selama saya naik kereta entah itu bisnis atau eksekutif, bersih, wangi dan nyaman. Saya kembali ke tempat duduk saya dan memandangi sawah yang terbentang luas sepanjang perjalanan, sangat berbeda dengan jakarta, yap SANGAT BERBEDA. Saat makan siang saya memesan makan di kereta makan, pelayannya bagus, makanannya enak.. entah itu enak atau saya sedang lapar jadi terasa enak? ~
Menjelang sampai di Jogja saya memutuskan untuk tidur sejenak menghilangkan lelah, tak berapa lama saya tidur, ibu saya menghampiri dan bilang kalau kita sudah sampai di jogja, dan tanpa pikir panjang saya langsung bangun dan keluar kereta, dan tibalah saya di kota nan asri YOGYAKARTA.


~~~~~~~~ THE END ~~~~~~~~

Strategi ketahanan nasional

Strategi ketahanan nasional menurut saya adalah bagaimana suatu negara bisa tahan terhadap serangan yang langsung maupun tidak langsung demi mencapai suatu tujuan negara tersebut, serangan ketahanan nasional juga bisa berasal dari dalam negeri ataupun luar negeri, contoh yang paling mendasar adalah tentang kebudayaan bangsa kita yaitu bangsa indonesia dimana mendapat sangat banyak pengaruh dari budaya barat kita sebagai warga negara harus mempertahankan budaya sendiri, boleh lah sedikit mengikuti gaya ala barat tetapi dalam batas yang wajar, selain dalam budaya di era yang serba modern ini kita banyak sekali mendapat serangan atau imbas dari era globalisasi, maka dari itu mulailah dari sekarang kita mencintai budaya negeri kita tercinta indonesia J